Ads Top

Solo Traveling? Kenapa Enggak! Ini 5 Alasannya...

Saat ini, traveling udah jadi salah satu pilihan gaya hidup. Orang-orang beramai-ramai mengunjungi tempat-tempat wisata menarik di seluruh dunia dan berbagi pengalaman tersebut di media sosial. Hal ini wajar banget, sih, soalnya sekarang traveling ke mana pun udah gampang banget. Sekarang ada banyak tiket pesawat murah dari maskapai kelas LCC (Low Cost Carrier) dan semua informasi mengenai berbagai tempat gampang banget lo temukan di internet.


Bahkan, sekarang juga ada banyak banget agen travel yang buka open trip setiap bulan. Lo tinggal pilih tanggal dan tempat yang mau lo kunjungi, udah, deh, jalan. Akan tetapi, enggak banyak pengalaman yang bisa lo rasakan dari ikutan open trip. Bukannya enggak suka open trip, nih, cuma ada hal yang enggak bisa lo temukan dari open trip, yaitu kebebasan mengeksplorasi tempat yang lo suka.

Makanya, sekarang ini kita lagi menikmati banget yang namanya solo travel alias traveling sendirian.
“Ngenes banget, sih, traveling sendirian, kayak jomblo aja?”. 
Mungkin itu yang lo pikirkan saat dengar frasa solo travel. Tapi, lo sendiri udah pernah cobain belum traveling sendirian? Enggak usah jauh-jauh, mungkin ke beberapa tempat di Indonesia aja.

Di Indonesia, ada lima kota yang aman buat solo traveler. Mungkin lo bisa coba kunjungi salah satunya dan dapetin pengalaman baru. Soalnya, solo travel ini banyak banget manfaatnya buat lo. Sekarang, Viki mau ngasih tahu alasan lo harus (pake banget) traveling solo sekali seumur hidup. Ada lima alasan penting yang bakal bikin hidup lo lebih bermakna.


1. Mengenal diri sendiri
Hal terbaik dari traveling solo adalah lo bisa mengenal diri sendiri. Ya iyalah, soalnya hampir di sepanjang perjalanan lo cuma berkutat sama diri lo sendiri. Ini sebetulnya hal yang bagus. Saat biasanya lo harus berpura-pura di depan orang-orang di sekitar lo, saat traveling solo lo bisa sepenuhnya jadi diri lo sendiri. Enggak ada yang bakal menghakimi lo dengan jadi diri lo sendiri.

Lo mungkin merasa takut dan enggak sanggup melakukan beberapa hal sebelumnya. Tapi, saat traveling solo, lo bakal menemukan sisi lain dalam diri lo yang ternyata jauh lebih kuat dari yang pernah lo pikirkan. Traveling solo bakal bikin lo lebih mendengarkan isi hati lo dan menikmati pengalaman apa pun yang ada di depan lo. Lo bakal merasa hidup dan merasa jauh lebih baik dari diri lo sebelumnya, yang mungkin lebih sering berpura—pura karena tuntutan masyarakat.


2. Melatih kemandirian dan rasa percaya diri


Saat traveling solo, lo adalah orang pertama yang bisa memecahkan masalah lo sendiri. Lo adalah satu-satunya orang yang harus bertanggung jawab atas diri lo. Makanya, hal ini bakal bikin lo lebih mandiri dan enggak bergantung sama orang lain. Lo ngatur jadwal lo sendiri, pergi ke berbagai tempat sendiri, nyiapin berbagai perlengkapan sendiri, semua bakal bikin lo lebih mandiri.

Selain itu, traveling solo juga bisa melatih kepercayaan diri. Misalnya, saat lo tersesat dan enggak ada sinyal internet atau ponsel lo mati, mau enggak mau lo harus nanya orang untuk nemuin jalan yang benar. Nah, untuk nanya itu, kan, lo butuh kepercayaan diri bahwa lo enggak takut nanya ke mereka dan bahwa lo bisa nemuin jalan yang benar setelahnya. Saat ketemu orang-orang baru, lo juga bakal jadi orang yang lebih terbuka dan gampang bergaul karena lo bakal suka berbagi cerita sama mereka.

3. Bertemu banyak orang menarik dengan latar beragam
Pergaulan lo cukup menentukan seperti apa pemikiran lo. Kalau lo bergaul sama orang yang itu-itu aja, lo bakalan cuma bisa melihat suatu masalah dari satu sudut pandang. Lo bakal cenderung jadi orang yang menghakimi dan menganggap hal lain yang berbeda dari yang lo lakukan adalah sebuah kesalahan. Dengan bertemu banyak orang dari berbagai latar kehidupan yang beragam, lo juga bisa belajar melihat masalah dari berbagai sudut pandang.

Orang-orang baru yang lo temui saat traveling solo juga sebetulnya lebih gampang jadi teman lo. Saat lo traveling bareng teman atau ikuan open trip, pertemuan lo terbatas banget sama teman-teman lo dan orang-orang yang ikutan open trip yang mungkin rentang usianya juga enggak jauh beda, antara 20—30-an tahun. Saat lo traveling solo, lo bisa ketemu benar-benar banyak orang, mulai dari anak kecil yang baik hati nolongin lo menghadapi orang gila sampai nenek dan cucunya yang membantu lo nemuin perahu sewaan dengan harga murah. Semuanya bisa jadi teman dan bahan pembelajaran buat lo, bahwa dunia ini begitu damai dan masih banyak orang baik yang bisa lo temukan.

4. Enggak ada jadwal, just let it flow!
Satu hal mendasar dari open trip adalah lo enggak bisa menikmati tempat-tempat yang lo kunjungi dalam waktu yang lama. Lo harus ngikutin jadwal yang udah dikasih karena paling lama lo liburan selama 4 hari 3 malam.Kalau lo traveling bareng teman, lo juga harus samain jadwal dan enggak jarang juga hal ini bikin lo ribut karena ada teman lo yang mungkin sukanya ke sini, sementara lo maunya ke situ.

Saat lo traveling solo, lo enggak bakal nemuin hal-hal kayak gitu. Lo sendiri yang ngatur jadwal lo. Lo bisa tiba-tiba mutusin untuk pergi ke tempat A, padahal sebelumnya lo udah bikin jadwal untuk ke tempat B. Lo juga bisa nginep di tempat C untuk waktu yang lebih lama dari yang lo jadwalkan karena ternyata tempat C benar-benar sempurna buat lo atau lo ketemu orang yang menarik di sana. Bahkan, lo juga bisa ngunjungin tempat-tempat yang random yang enggak ada dalam jadwal lo sebelumnya. Enggak ada yang melarang lo. Semua bisa lo lakuin sebebas-bebasnya sampai lo merasa benar-benar puas.

5. Melatih memecahkan masalah dan mengambil keputusan
Traveling solo bisa bikin pikiran lo benar-benar segar dan membersihkan isi kepala lo dari berbagai masalah yang ada. Soalnya, saat traveling solo, lo benar-benar bikin membiarkan diri lo menyambut hal baru di depan. Ini bikin lo jadi punya ruang baru di kepala untuk mempertimbangkan masalah yang lo tinggalkan. Saat lo punya cukup ruang di kepala untuk mempertimbangkan berbagai masalah lo, lo bakal bisa menilai masalah lo dengan lebih bijak. Lagipula, lo enggak bakal stres karena lo menilai masalah lo jauh dari sumber masalah yang lo hadapi. Saat lo sendirian, lo bakal lebih bijak sama diri lo dan masalah lo.

Traveling solo juga bisa melatih lo mengambil keputusan. Karena lo adalah satu-satunya orang yang bikin jadwal, lo juga harus bisa mengambil keputusan tepat untuk perjalanan lo. Misalnya, ternyata tempat yang lagi lo kunjungi enggak sekeren yang disebut-sebut di internet. Saat itu, lo harus langsung bisa ambil keputusan untuk pergi ke tempat berikutnya atau cari tempat baru yang mungkin lebih baik tapi jaraknya enggak jauh.

***
Hidup ini singkat, jadi sebaiknya lo manfaatkan untuk melakukan sesuatu yang positif. Salah satunya adalah traveling solo ini. Mungkin awalnya lo bakal takut ngelakuinnya. Tapi, sekali lo ngerasain asyiknya traveling solo, lo bakal ketagihan, deh. Buat cewek, traveling solo mungkin cukup “menakutkan”. Tapi, lo cuma perlu selalu waspada dan jangan melepaskan pandangan lo dari orang-orang yang mencurigakan. Buat awal-awal, bisalah lo coba ke Bandung, Yogyakarta, atau Bali yang memang dikenal aman buat para solo traveler. (viralkincir)
Powered by Blogger.